Ganguan Tidur Yang Sering Terjadi Pada Anak dan Remaja

Sep 9, 2019 |

Tidur adalah waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Sayangnya, gangguan tidur sering memengaruhi dan menurunkan kualitas tidur. Tidak hanya orang tua, gangguan tidur juga bisa terjadi pada anak-anak dan remaja. Apa gangguan tidur paling umum bagi mereka? Lihatlah ulasan berikut.

Gangguan tidur sering terjadi pada anak-anak dan remaja

Saat memasuki usia sekolah dan remaja, waktu tidur untuk anak-anak harus dikurangi. Tidak jarang, waktu tidur di siang hari harus dikorbankan karena banyaknya kegiatan.

Berpartisipasi dalam les atau berbagai kegiatan sekolah adalah beberapa alasannya. Belum lagi fakta bahwa kebiasaan bermain gadget sebelum tidur sering membuat mereka lupa waktu tidur larut malam.


Bukan hanya faktor eksternal, beberapa gangguan tidur dari dalam juga dapat menyebabkan pengurangan waktu tidur. Menurut laporan Cleveland Clinic, hampir 30% gangguan tidur terjadi pada anak-anak dan remaja.

Jika kondisi ini berlanjut, kualitas tidur akan semakin buruk. Akibatnya, mereka tidak dapat berkonsentrasi penuh di kelas, kelelahan dan mengalami masalah emosional, seperti depresi di kemudian hari.

Berikut adalah serangkaian gangguan tidur yang sering disembunyikan pada anak-anak dan remaja.

1. Mimpi buruk dan tidur berjalan
Setiap orang pasti memiliki mimpi buruk. Ini sebenarnya normal. Namun, jika itu sering terjadi, tidur bisa terganggu karena mimpi bisa membangunkan anak di tengah malam.

Mimpi buruk yang sering terjadi biasanya dipicu oleh masalah emosional, seperti stres dan kecemasan. Kurang tidur juga bisa menyebabkan mimpi buruk.

Selain itu, anak-anak sering mengalami tidur sambil berjalan, atau tidur sambil berjalan. Meski umumnya bukan masalah serius, gangguan tidur pada anak mungkin mengindikasikan bahwa anak merasa stres.

Sumber: Gambar Youtube
2. Insomnia
Insomnia adalah penyebab umum dari kualitas tidur yang buruk. Kondisi ini membuat seseorang sulit untuk mulai tidur, sulit untuk kembali tidur ketika bangun tidur atau bangun lebih awal dari yang seharusnya.

Gangguan tidur pada anak terjadi karena banyak hal, termasuk:

sakit
Ketika seorang anak sakit, seperti pilek, flu atau batuk, gejalanya memburuk di malam hari. Selain itu, refluks asam lambung dan GERD juga dapat menyebabkan insomnia karena posisi berbaring memungkinkan asam lambung naik ke kerongkongan.

Memiliki masalah emosional
Anak-anak dan remaja yang memiliki masalah keluarga, seperti perceraian orang tua atau kekerasan dalam rumah tangga, lebih mungkin mengalami insomnia.

Lingkungan yang tidak nyaman
Tidur membutuhkan kenyamanan, jika tidak, Anda mungkin sulit tidur karena sulit tidur. Kamar yang terlalu panas, dingin, cerah atau berisik bisa menjadi penyebabnya.

3. Sleep apnea
Sleep apnea dapat terjadi pada anak-anak yang kelebihan berat badan atau obesitas. Kondisi ini menyebabkan anak berhenti bernapas sejenak saat tidur.

Penyebabnya adalah pembesaran amandel atau kelenjar tiroid (jaringan yang menghubungkan hidung ke tenggorokan).

Gangguan tidur pada anak-anak dan remaja sering membuat mereka mendengkur, berkeringat dan bangun dengan syok. Ini juga akan lebih mudah untuk tidur di siang hari karena kurang tidur.

4. PLMD atau RLS
PLMD (gangguan gerakan tungkai periodik) juga disebut gangguan gerakan tungkai periodik. Gangguan tidur pada anak-anak dan remaja membuat mereka melakukan gerakan dalam bentuk tersentak tak disengaja.

Kondisi ini membuat mereka lelah dan mudah bangun saat tidur.

Selain PLMD, ada juga RLS (Restless Leg Syndrome) yang menyebabkan sensasi kesemutan, kram, gatal atau panas di kaki.

Untuk menghilangkan sensasi ini, anak-anak dengan kondisi ini akan menggerakkan kaki atau tangan mereka. Kondisi ini tentu mengganggu tidur karena membuat seseorang tidak nyaman.

Apa yang harus dilakukan orang tua?
Gangguan tidur ini pasti terjadi pada anak Anda. Terutama mimpi buruk, berjalan dalam tidur dan susah tidur. Jika itu terjadi sesekali dan tidak diikuti oleh gejala mengkhawatirkan lainnya, ini mungkin tidak menjadi masalah.

Sebaliknya, jika gangguan tidur sering terjadi pada anak-anak dan remaja, disertai dengan gejala lain, konsultasikan dengan dokter, psikolog atau ahli tidur untuk anak-anak.

Jangan menunda perawatan, untuk mencegah parahnya kondisi yang memperburuk kesehatan dan kualitas hidup anak-anak.

Baca Juga :

Posted in: Kesehatan

Comments are closed.