4 Startup yang Semakin Sukses Selama Pandemi

Perekonomian global yang lesu memaksa perusahaan rintisan untuk tutup selama pandemi. Namun, ternyata tidak semua dari Anda mengetahuinya. Beberapa startup lain bahkan lebih sukses di masa pandemi. Siapa kamu? Mari kita simak ulasannya satu per satu di bawah ini. Informasi berikut disarikan dari cnnindonesia.com.

  1. Gojek

Gojek sempat melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) 430 karyawan atau 9%

dari total karyawan Gojek. PHK ini merupakan imbas dari lesunya bisnis di awal pandemi.

Mayoritas pekerja Gojek yang terkena PHK berasal dari dua layanan Gojek yang terpaksa ditutup, yakni GoLife dan GoFood Festival. Penutupan layanan juga merupakan konsekuensi dari larangan pemerintah untuk berkerumun dan kewajiban untuk menjaga jarak aman.

Baik GoLife maupun GoFoodFestival dinilai sulit untuk mengimplementasikan kedua komitmen tersebut. Perusahaan mau tidak mau harus menutup dua layanan dan melepaskan 430 karyawan.

Agar tidak merugi lebih jauh, perusahaan kemudian berkonsentrasi pada bisnis intinya

, yaitu transportasi (Goride dan Gocar), pesan-antar makanan (Gofood) dan uang elektronik (Gopay). Hasilnya mengejutkan, dengan beberapa layanan Gojek bahkan meningkat signifikan selama periode PSBB.

Misalnya, layanan logistik tumbuh 80 persen, dan pembelian kebutuhan sehari-hari berlipat ganda.

  1. Ambil sendiri

Pesaing Grab untuk layanan mengemudi berbasis aplikasi juga tak kalah sengitnya. Meski begitu, senada dengan Gojek, perusahaan asal Malaysia itu merumahkan 360 karyawannya di seluruh Asia Tenggara pada pertengahan Juni 2020.

Perusahaan mengakui pemecatan tidak mudah, tetapi mereka harus melakukannya untuk bertahan di era normal baru. Beberapa layanan yang tidak terlalu penting akan ditutup untuk mengerahkan kekuatan atas bisnis utama selama pandemi.

Layanan pengiriman bahan makanan (Grabfood) dan agen penerusan

(GrabExpress) termasuk di antara area bisnis yang diperkuat. Ditemukan bahwa kedua kebutuhan ini tumbuh pesat selama pandemi, sehingga perusahaan mempekerjakan beberapa staf untuk layanan tersebut.

  1. Tokopedia

Startup e-commerce yang didirikan William Tanuwijaya ini meraup untung besar di masa pandemi. PSBB memastikan masyarakat lebih banyak tinggal di rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Saat berbelanja, orang semakin beralih ke Internet untuk mengurangi kontak dengan orang.

Statistik Tokopedia menunjukkan ada 100 juta pengguna mengunjungi Tokopedia per bulan, 9 juta penjual di Tokopedia, hampir 100% di antaranya adalah UMKM, dan 94% di antaranya adalah penjual ultra mikro.

Sejak Januari 2020, Tokopedia mencatatkan peningkatan jumlah penjual menjadi 1,8 juta. Peningkatan ini juga karena adanya PSBB yang membuat masyarakat mengurangi aktivitas belanja di luar rumah dan beralih ke belanja online.

Selain itu, produk yang banyak diminati di masa pandemi adalah produk kategori Food and Beverage. Kopi liter yang diproduksi secara lokal adalah minuman paling populer. Pada kategori rumah tangga, kerajinan makrame mengalami lonjakan pesanan. Lalu ada sepeda dari Elemen lokal dalam kategori olahraga yang terjual dalam hitungan detik.

Tanpa disadari, Tokopedia telah berkontribusi lebih dari 1 persen bagi perekonomian Indonesia. Pandemi COVID19 mungkin melumpuhkan ekonomi, tetapi menguntungkan bagi mereka yang mencoba online.

  1. Shopee

Shopee juga merupakan pesaing Tokopedia. Shopee adalah perusahaan e-commerce yang berbasis di Singapura yang berbasis di Indonesia. Transaksi Shopee di masa pandemi COVID19 juga mengalami peningkatan yang luar biasa.

Pada kuartal kedua 2020, Shopee mencatat lebih dari 260 juta transaksi. Pada kuartal yang sama, App Annie merilis sebuah studi yang menemukan Shopee berada di peringkat #1 aplikasi e-commerce dengan pengguna, unduhan, dan total waktu paling banyak dihabiskan untuk aplikasi tersebut.

Inilah empat startup yang akan semakin banyak menang saat pandemi melanda. Strategi bisnis yang tepat dan penggunaan teknologi digital menjadi andalan bagi para startup ini untuk menghasilkan uang. Apakah Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang digitalisasi perusahaan? Kunjungi www.aqi.co.id atau email info@aqi.co.id untuk informasi lebih lanjut.

Lihat Juga :

https://ruaitv.co.id/
https://cmaindonesia.id/
https://rakyatjakarta.id/
https://gramatic.id/
https://tementravel.id/
https://psyline.id/
https://cinemags.id/
https://imn.co.id/
https://bernas.co.id/
https://mt27.co.id/