20 Wisata Alam Jogja Tersegar Sepanjang Masa

Jogja atau Yogyakarta mempunyai banyak wisata alam yang menanti kamu sambangi. Pantai, air terjun, hutan pinus, sungai, danau, telaga, gunung gemunung, perbukitan, lembah, gumuk pasir, dan ngarai serta segenap persembahan alam lainnya ada semua di Jogja.

Pastinya menikmati udara bebas sambil melakukan hal-hal sederhana namun penuh makna bisa menjadi pilihan menarik di Yogyakarta. Pilih saja mau berjalan-jalan di hutan atau mandi di bawah air terjun, selfie di puncak bukit, atau cave tubing di gua nan gulita?

Baiklah, kita mulai ya.

1. Pemandian Tirta Budi
Pemandian ini berada di tengah desa yang airnya jernih kebiruan. Pemandian bernama Tirta Budi dikenal sebagai Blue Lagoon-nya Jogja. Hmm.

Sebutan Blue Lagoon malah menenggamkan nama resmi pemandian ini. Maklum airnya memang jernih dan biru seperti dalam film Blue Lagoon yang dibintangi Broke Shiled era 80-an. Meskipun mungil dan jauh berbeda dengan Blue Lagoon yang ada di Iceland, pemandian ini tak kalah unik dan mampu menarik perhatian banyak orang.

Untuk mencapai Pemandian Tirta Budi ini tidak sulit, ko. Kalau kamu datang dari arah pusat kota Jogja langsung saja pacu ke Jalan Kaliurang. Sesampainya di kilometer 13, kamu akan menemukan pertigaan Jalan Raya Besi-Jangkang di sebelah kanan jalan. Lalu belok dan ikuti saja jalan raya ini hingga mencapai Pasar Jangkang.

Dari pertigaan Pasar Jangkang, pilih arah kanan sekitar 100 meter dan ikuti petunjuk arahnya. Voila! kamu akan sampai di Blue Lagoon ini.

2. Air Terjun Sri Gethuk
Berada di antara ngarai Sungai Oya yang dikelilingi areal persawahan nan hijau membentang, Air Terjun Sri Gethuk selalu mengalir tanpa mengenal musim. Gemuruhnya menjadi pemecah keheningan di bumi Gunungkidul yang kerontang.

Terletak di Desa Wisata Bleberan, Air Terjun Sri Gethuk menjadi salah satu obyek wisata yang sayang untuk diabaikan. Untuk mencapai tempat ini Anda harus naik kendaraan melewati areal hutan kayu putih milik Perhutani dengan kondisi jalan yang lumayan mulus, kadang saja agak terjal.

Memasuki Dusun Menggoran, tanaman kayu putih berganti dengan ladang jati yang lebat. Sesampainya di areal pemancingan yang bersisian dengan tempat parkir, ada dua pilihan jalan untuk mencapai air terjun.

Pilihan pertama yakni menyusuri jalan setapak dengan panorama sawah nan hijau berhiaskan lenggokan genit nyiur, sedangkan pilihan kedua adalah naik sampan melawan arus Sungai Oya.

3. Gunung Merapi
Betul, menikmati matahari terbit dari gunung api paling aktif di negeri ini, serta menengok langsung kawah Merapi yang selalu bergolak menjadi pengalaman wajib seumur hidup.

Gunung Merapi yang berada dalam satu garis lurus dengan Kraton Jogja dan Samudera Hindia memegang posisi penting dalam tradisi masyarakat Jawa. Mereka percaya ketiganya mempunyai hubungan erat satu sama lain.

Ada sekurangnya dua rute pendakian, pertama jalur sisi Utara, yaitu via Dusun Plalangan, Desa Jlatah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Plalangan adalah dusun terakhir bila kamu akan melakukan pendakian melalui jalur Selo.

Lama perjalanan normal mendaki Gunung Merapi hingga puncak sekitar 5-6 jam. Empat hingga lima jam pertama dihabiskan melewati base camp hingga pos 3 atau Pasar Bubrah, selanjutnya perjalanan selama sekitar satu jam dari Pasar Bubrah ke puncak.

4. Kedung Pedut
Tak perlu ada seluncur atau wahana water byur seperti water park kebanyakan, tapi bermain air di water park alami ini malah lebih mengasyikkan. Tumpukan batu-batu berpadu dengan susunan batang-batang bambu menjadi wahana bermain air yang tak kalah seru. Inilah Kedung Pedut.

Wisata alam yang masih satu aliran dengan Air Terjun Mudal dan Air Terjun Kembang Soka ini memang terdiri dari beberapa kedung lain dengan kedalaman beragam mulai satu hingga empat meter. Sebut saja Kedung Merak, Kedung Merang, Kedung Lanang, Kedung Wedok dan Kedung Anyes.

Kedung Wedok ini nama lain Kedung Pedut. Merupakan kolam alami yang paling luas di kompleks wisata alam ini, sekaligus memiliki air terjun tertinggi sekitar 15 meter yang biasanya digunakan untuk water canyon. Kedung ini pula yang sering digunakan untuk mandi atau berenang selain Kedung Anyes.

4. Gua Rancang Kencono
Gua Rancang Kencono mempunyai ruangan luas dan lapang dengan pohon klumpit yang diperkirakan sudah berusia lebih dari 2 abad. Pernah dijadikan sebagai tempat persembunyian dan pertemuan Laskar Mataram pada saat menyusun rencana untuk mengusir Belanda dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Untuk memasuki Gua Rancang Kencono cukup menuruni tangga batu yang sudah dibangun sejak dulu. Sebatang pohon klumpit yang tingginya sudah melampaui atap gua menyambut dengan gagahnya. Lubang besar akibat lapuk terlihat di batang pohon menjadi penanda usianya yang sudah renta.

5. Kebun Teh Nglinggo
Kamu akan menyaksikan lereng-lereng berundak yang tertutup permadani hijau hingga menikmati panorama delapan puncak gunung tinggi ketika mengunjungi Kebun Teh Nglinggo, satu-satunya perkebunan teh di Perbukitan Menoreh, Kulon Progo.

Sejarah Desa Wisata Nglingo tak bisa dipisahkan dari kisah kepahlawanan Pangeran Diponegoro ketika perang melawan Belanda bersama pasukannya di Perbukitan Menoreh.

Puncak kebun teh Nglinggo menyuguhkan pemandangan puncak bukit tak bernama di sisi barat yang menawan. Masih ada dua puncak lain di sisi utara yang menyuguhkan indahnya pemandangan dari ketinggian. Keduanya merupakan puncak dari Gunung Kukusan yang secara administratif termasuk ke dalam wilayah Magelang, hanya beberapa ratus meter dari Kebun Teh Nglinggo.

6. Wanagama
Wanagama meliputi empat desa di Kecamatan Patuk dan Playen, Gunung Kidul, yang berjarak tempuh satu jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Sepanjang perjalanan berjarak 35 kilometer tersebut, kamu dapat melihat pemandangan indah kota Yogyakarta dari ketinggian.

Sampai di perempatan lampu merah setelah Rest Area Bunder, terdapat plang penunjuk jalan dengan tulisan Wanagama dan panah kanan.

Wanagama berarti hutan rimbun, sesuai namanya memang menawarkan sensasi kembali ke alam yang kental. Hal itu pula yang bisa didapat saat berwisata ke Wanagama. Kamu akan menemukan ragam tanaman dari berbagai daerah di obyek wisata yang dulunya hutan tandus ini.

Pohon yang terdapat di obyek wisata yang pernah dikunjungi Pangeran Charles dari Inggris ini sini antara lain akasia, kayuputih, pinus, eboni, cendana, murbei (Morus Alba) dan pastinya jati dong.

Wanagama juga memiliki keindahan lain berupa tiga aliran air, yakni Sungai Oya, Sendang Ayu, dan Banyu Tibo. Ketiganya menawarkan kesegaran dan kesejukan saat lelah menghampiri setelah mengelilingi Wanagama.


7. Taman Sungai Mudal
Dalam bahasa Jawa, mudal adalah keluar. Jadi sesuai maknanya taman sungai adalah mata air yang muncrat dari kedalaman gua di kawasan Girimulyo, Kulon Progo. Dinamakan Mudal karena sumber air ini selalu memancarkan air sepanjang tahun hingga sanggup mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga sekitar melalui pipa-pipa.

Aliran airnya yang jernih juga meluap membentuk aliran sungai serta melewati air terjun dengan nama serupa, kemudian berlanjut hingga Air Terjun Kembang Soka dan Air Terjun Kedung Pedut yang letaknya lebih rendah.

Berawal dari kerja bakti masyarakat sekitar membersihkan daerah aliran sungai yang terbengkalai dan lebat oleh semak belukar, tepian Sungai Mudal sepanjang kira-kira 600 meter ini pun perlahan mempercantik diri menjelma menjadi sebuah destinasi yang menarik untuk didatangi.

8. Agrowisata Bhumi Merapi
Perpaduan wisata edukasi dengan spot-spot foto yang cantik di Agrowisata Bhumi Merapi menjadikannya sangat populer sebagai tempat wisata keluarga. Berbeda dengan banyak tempat wisata di Kaliurang yang tutup pada hari Senin, Agrowisata Bhumi Merapi buka setiap hari.

Selain menyajikan wisata edukasi budidaya ternak dan perkebunan, Bhumi Merapi juga sangat populer akan spot-spot foto bertema Santorini, Alpen, dll. Harga tiket masuknya 30 rb saja dan tidak perlu bayar lagi untuk berfoto di spot-spotnya. Puas banget! Selengkapnya lihat di AGROWISATA BHUMI MERAPI – Alamat, Jam Buka, dan Harga Tiket 2022.

9.Stonehenge Jogja
Stonehenge Jogja merupakan tiruan Stonehenge Inggris. Tempat ini sangat instagramable sehingga sering dipakai untuk foto pranikah, udaranya juga sejuk. Kala cuaca cerah Gunung Merapi tampak jelas jadi latar belakangnya yang mengagumkan.

10. Museum Gunung Api Merapi
Berdiri di kaki Gunung Merapi, museum ini jadi perekam jejak gunung api ini. Kenangan dari tiap letusan tersimpan rapi, bahkan suara gemuruhnya pun dapat didengar berkali-kali. Di museum ini, Merapi dipuja sebagai pemberi pelajaran berarti.

11. Gunung Ireng
Gunung Ireng merupakan salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan pemandangan matahari terbit di Gunungkidul. Dalam legenda disebutkan bukit ini tercipta dari tendangan sang jagoan Bratasena yang masygul gegara diganggu kawanan monyet di puncak Gunung Merapi.

Gunung Ireng berlokasi di kawasan Pengkok, Patuk, Gunungkidul. Namanya saja gunung, padahal sebenarnya hanya sebuah bukit berbatu kecil dengan puncak tanpa pohonan. Puncak ini merupakan titik tertinggi di Dusun Srumbung dan dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk berburu momen matahari terbit di Yogyakarta.

12. Gua Kidang Kencana
Di antara rerimbun sulur pohon belukar gua ini bersembunyi. Letaknya di balik perbukitan sunyi dan tanah karst. Lorong di dinding perbukitan Dusun Sabrang Kidul ini menunggu kamu dijelajahi.

Mulut gua yang curam dan tak terlalu besar dengan diameter sekitar dua meter akan mengantarmu masuk ke dalam kegelapan lorong gua. Ini memang wisata alam yang menantang kamu punya kenekatan maksimal.

Lorong gua yang sempit serta proses karstifikasi oleh aktivitas air tanah dan air hujan ribuan tahun silam di Gua Kidang Kencana juga menyisakan ruang gua yang rada lapang, dengan bentukan-bentukan alami berupa ornamen-ornamen dan ukiran kece lagi unik di dinding gua.

13. Goa Pindul
Goa Pindul adalah gua dengan aliran sungai bawah tanah di Gunungkidul. Rasakan petualangan menyusurinya dengan ban pelampung dan bermain di kolam dengan cahaya surga.

Goa Pindul yang terletak di Desa Bejiharjo, Gunung Kidul, hanya 1 jam dari Kota Jogja. Wisata petualangan ini cocok untuk keluarga karena anak usia 1 tahun pun bisa ikut.

Rute termudah ke Goa Pindul adalah melalui Jalan Jogja-Wonosari sekitar 40 km. Belok kiri di Bunderan Siyono menuju Jl. Lingkar Utara. Belok kiri di perempatan Bejiharjo. Belok kiri di pertigaan Jl. Wonosari-Bejiharjo menuju Jl. Raya Pindul. Setelah tugu belok kanan lalu ikuti petunjuk.

14. Puncak Suroloyo
Yupz, Puncak Suroloyo merupakan puncak tertinggi Pegunungan Menoreh. Dari ketinggian 1.019 mdpl kamu dapat meneropong Candi Borobudur yang terlihat sangat mungil dikelilingi 4 “benteng”-nya: Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, serta Merapi.

Di sebelah barat laut Candi Borobudur membentang Perbukitan Menoreh yang tampak bagaikan siluet patung Buddha tidur, hanya saja ukurannya sungguh raksasa.

Perjalanan menuju Puncak Suroloyo merupakan petualangan tersendiri yang penuh dengan tantangan. Jalanan sempit penuh tanjakan curam, kelokan tajam, serta diapit oleh bukit dan jurang menjadi perjalanan yang mendebarkan.

Namun perasaan takut itu akan tergantikan dengan ketakjuban saat melihat pemandangan yang terhampar. Gugusan perbukitan nampak berdiri kokoh melindungi kawasan perdesaan di lembah yang dikelilingi areal persawahan dan ladang.

Sejauh mata memandang yang terlihat adalah warna hijau berpadu dengan biru langit dan putihnya mega. Sesekali terlihat bunga liar yang tumbuh dengan anggun di tengah rumpun ilalang.

15. Gunung Gambar
Terletak di Kecamatan Ngawen, Gunungkidul yang berbatasan dengan Kabupaten Klaten Jawa Tengah, Gunung Gambar memiliki banyak catatan unik baik dari sisi geologis, sejarah, maupun lokasi. Sama halnya dengan Gunung Nglanggeran yang berada dalam zona karst Baturagung, litologi Gunung Gambar tersusun dari fragmen material vulkanik tua.

Sebagai salah satu destinasi wisata religi dan petilasan, Gunung Gambar memang belum sepopuler tempat-tempat wisata Gunungkidul lainnya. Namun justru karena keheningannya tempat ini mampu menjadi sanggraloka bagi jiwa.

16. Hutan Pinus Pengger
Salah satu tempat wisata di Jogja yang menjadi ikon swafoto terbaik adalah Hutan Pinus Pengger. Namun, wanawisata ini sebenarnya menyimpan keindahan yang hidup.

Hutan pinus yang tumbuh di punggung bukit ini awalnya adalah hutan produksi biasa. Sekitar 2012 produksi getah pinus berhenti. Lalu pada 2016, atas inisiatif warga, hutan ini kembali difungsikan, kali ini sebagai wanawisata yang menjadi cikal bakal Pengger yang sekarang.

17. Embung Batara Sriten
Tak salah lagi, Batara Sriten adalah sebuah telaga buatan di puncak tertinggi Gunungkidul yang mendebarkan. Menawarkan keindahan panorama yang pastinya membuat kamu terpesona.

Untuk mencapainya kamu harus menelusuri jalanan menanjak dan berliku-liku menuju Pegunungan Baturagung Utara. Tetapi tenang, tak lama kemudian kamu akan bertemu tanah datar yang dilapisi conblock, area tempat parkir di ketinggian lebih dari 800 Mdpl. Di sanalah telaga buatan yang tak terlalu besar dengan kapasitas sekitar 10 ribu meter kubik tersaji di depan mata, dikelilingi pagar besi rendah dan jalan conblock di tepinya.

Menikmati indahnya panorama Embung Batara Sriten bisa dilakukan dalam berbagai cara. Seperti duduk-duduk di gazebo-gazebo atau pendopo di sekitar embung sambil merasakan hembusan angin yang tetap dingin, meskipun matahari sedang bersinar penuh semangat.

Bisa juga sambil menyesap segarnya segelas es teh atau nikmatnya secangkir kopi tubruk di warung-warung kaki lima yang tak jauh dari embung. Mencoba teduhnya naungan pohon ikonik di Embung Batara Sriten, dalam ayunan hammock menjadi salah satu pilihan menyenangkan.

18. Waduk Sermo
Berada di tengah-tengah perbukitan menoreh, Waduk Sermo yang tenang seolah menjadi taman tirta bagi putri khayangan yang hendak mandi, menyembunyikannya dari mata nakal yang ingin mengintip ritual membersihkan diri para putri.

Dari pusat kota Jogja butuh waktu satu jam berkendara untuk sampai ke telaga buatan Waduk Sermo. Menempati lahan seluas 157 hektare yang dulunya sebuah perkampungan ini kini telah disulap menjadi telaga yang tenang dan menentramkan.

Ada dua cara paling menyenangkan untuk menikmati Waduk Sermo. Pertama, dengan menyewa perahu boat untuk menyusuri setiap lekukannya. Sementara yang kedua adalah dengan duduk bersantai di pinggir telaga sambil menanti senja. Sebuah cara sederhana mensyukuri pemberian Sang Pencipta.

19. Air Terjun Lepo
Air Terjun Lepo memiliki 3 air terjun dan 4 kolam alami untuk berenang atau sekadar bermain air sambil mengabaikan waktu.

Sekilas Lepo rada mirip Erawan Falls di Erawan National Park, Thailand. Ada 4 tingkat kolam alami yang dihubungkan oleh 3 air terjun di tempat wisata yang mulai dikembangkan sejak 2013 ini.

Masing-masing kolam alami memiliki kedalaman yang beragam. Kolam pertama kedalamannya mencapai 2 meter, lho. Di kolam inilah remaja maupun orang dewasa biasanya berenang.

Kolam kedua adalah yang paling luas dan kedalamannya hanya sebatas pinggang orang dewasa, sehingga lebih aman jika anak-anak bermain air di kolam ini.

Tingkat ketiga adalah kolam yang paling cetek atau dangkal. Dasarnya pun pun terlihat dari permukaan air.

Jangan khawatir lapar, karena sekitar Air Terjun Lepo ada warung-warung yang siap membungkam laparmu.

foto dari Okezone

20. Gumuk Pasir Parangkusumo
Obyek wisata satu ini terletak di Jalan Pantai Parangkusumo, Pantai Parangtritis, Kretek, Kabupaten Bantul. Ada tiga kegiatan yang bisa kamu lakukan untuk menikmati obyek wisata gumuk pasir ini, yaitu berkeliling pantai, sandboarding, dan menunggang jip, dan menonton sunset serta tak lupa foto-foto pastinya.

Yang paling memicu adrenalin dan paling menarik mungkin sandboarding, yaitu berselancar di atas hamparan pasir yang bergelombang.

Jadi begitulah wisata alam keren di Yogyakarta. Silakan memilih dan selamat bertualang.

Gunakan aplikasi VPN Mantap. Gratis, aman, dengan server tercepat. Mudah juga kamu gunakan untuk kebutuhan internet kamu.