Sejarah UNPAD

May 2, 2019 |

Sejarah

Sejarah Awal Dibangun Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung – Universitas Padjadjaran atau biasa anda kenal dengan Unpad, ialah perguruan tinggi negeri di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Universitas Padjadjaran mempunyai dua kampus utama, yakni Kampus Iwa Koesoemasoemantri di Dipati Ukur, Bandung dan Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Universitas Padjadjaran didirikan atas prakarsa semua pemuka masyarakat Jawa Barat yang mengharapkan adanya perguruan tinggi lokasi pemuda-pemudi Jawa Barat mendapat pendidikan tinggi guna mempersiapkan pemimpin di masa depan.

Pada tahun 1950-an, di Bandung sebetulnya telah terdapat perguruan tinggi laksana Fakultas Teknik dan Fakultas MIPA yang adalahbagian dari Universitas Indonesia (UI) dan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG). Namun, masyarakat menghendaki suatu universitas negeri yang mengadakan pendidikan dari sekian banyak disiplin ilmu. Perhatian pemerintah wilayah dan pemerintah pusat paling besar terhadap butuh adanya universitas negeri di Bandung, terutama sesudah Bandung dipilih sebagai kota penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955.
Sejarah Awal Dibangun Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung

Oleh sebab itu, pada tanggal 14 Oktober 1956 terbentuklah Panitia Pembentukan Universitas Negeri (PPUN) di Bandung. Pembentukan PPUN tersebut dilangsungkan di Balai Kotapraja Bandung. Pada rapat kedua tanggal 3 Desember 1956, panitia membentuk utusan yang terdiri dari Prof. Muh. Yamin, Mr. Soenardi, Mr. Bushar Muhammad, dan sejumlah orang figur masyarakat Jawa Barat lainnya. Tugas delegasi ialah menyampaikan aspirasi rakyat Jawa Barat mengenai pendirian universitas negeri di Bandung untuk Pemerintah, DPR Kabupaten dan Kota Besar Bandung, Gubernur Jawa Barat, Presiden UI, Ketua Parlemen, Menteri PPK, bahkan untuk Presiden Republik Indonesia.

Delegasi sukses melaksanakan tugasnya dengan baik, sampai-sampai pemerintah melewati SK Menteri PPK No. 11181/S tertanggal 2 Februari 1957, memutuskan menyusun Panitia Negara Pembentukan Universitas Negeri (PNPUN) di Kota Bandung.

Pada tanggal 25 Agustus 1957 disusun Badan Pekerja (BP) dan PNPUN itu yang diketuai oleh R. Ipik Gandamana, Gubernur Jawa Barat. BP disusun dengan destinasi untuk mempercepat proses kelahiran UN tersebut. Hasil dari BP ialah lahirnya Universitas Padjadjaran (Unpad) pada hari Rabu 11 September 1957, dikukuhkan menurut PP No. 37 Tahun 1957 tertanggal 18 September 1957 (LN RI No. 91 Tahun 1957).

Kemudian menurut SK Menteri PPK No. 91445/CIII tertanggal 20 September , kedudukan dan faedah BP diolah menjadi Presidium Unpad yang dilantik oleh Presiden RI tanggal 24 September 1957 di kantor Gubernuran Bandung.

Kerajaan Sunda, yakni Kerajaan Padjadjaran yang dipimpin oleh Prabu Siliwangi atau Prabu Dewantaprana Sri Baduga Maharaja di Pakuan Padjadjaran (1473-1513 M). Nama ini ialah nama yang sangat terkenal dan diingat oleh rakyat Jawa Barat, sebab kemashuran sosoknya salah satu raja-raja yang terdapat di tatar Sunda saat itu.

Pada ketika berdirinya, Unpad terdiri dari 4 fakultas: Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat, Fakultas Ekonomi (keduanya bermula dari Yayasan Universitas Merdeka di Bandung), Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan (FKIP, penjelmaan dari PTPG di Bandung), dan Fakultas Kedokteran.

Pada 18 September 1960, dimulai Fakultas Pendidikan Jasmani (FPJ) sebagai evolusi dari Akademi Pendidikan Jasmani. Pada tahun 1963-1964, FPJ dan FKIP mencungkil diri dari Unpad dan setiap menjadi Sekolah Tinggi Olah Raga dan Institut Keguruan & Ilmu Pendidikan (IKIP, kini Universitas Pendidikan Indonesia).

Dalam kurun masa-masa 6 tahun, di lingkungan Unpad meningkat 8 fakultas yakni:

Fakultas Sosial Politik (13 Oktober 1958, kini FISIP),

Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA, 1 November 1958)

Fakultas Sastra (1 November 1958, sekarang menjadi Fakultas Ilmu Budaya),

Fakultas Pertanian (Faperta, 1 November 1959),

Fakultas Kedokteran Gigi (FKG, 1 November 1959),

Fakultas Publisistik (18 September 1960, kini menjadi Fikom),

Fakultas Psikologi (FPsi, 1 September 1961), dan

Fakultas Peternakan (Fapet, 27 Juli 1963).

Unpad pada thn 2005 membuka tiga fakultas baru Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK, 8 Juni 2005), Fakultas Perikanan & Ilmu Kelautan (FPIK, 7 Juli 2005), dan Fakultas Teknik Industri Pertanian (FTIP, 13 September 2005).

Selama 2 tahun kemudian, Unpad menambah status 2 jurusan di FMIPA, yakni Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi (17 Oktober 2006), serta Jurusan Geologi menjadi Fakultas Teknik Geologi (FTG, 12 Desember 2007).

Dalam rangka menambah performa universitas, pada 7 September 1982, Unpad membuka Fakultas Pascasarjana. Fakultas ini mengadakan pendidikan jenjang S-2 (Program Magister) dan S-3 (program Doktor). Pada pertumbuhan selanjutnya, Fakultas Pascasarjana statusnya pulang menjadi Program Pascasarjana. Sebagai upaya mengisi tenaga-tenaga terampil berpengalaman madya, maka Unpad pun menyelenggarakan edukasi Program Diploma (S-0) untuk sejumlah bidang ilmu.

Kepemimpinan di Unpad pun merasakan perkembangan, baik semua pejabat, struktur, maupun format organisasinya. Kepemimpinan yang kesatu berbentuk presidium, dengan ketua R. Ipik. Gandamana, Wakil Ketua R. Djusar Subrata, serta Sekretaris Mr. Soeradi Wikantaatmadja dan R Suradiradja.

Selanjutnya pad 6 November 1957 diusung Presiden Unpad yakni Mr. Iwa Koesoemasoemantri, menurut SK Presiden RI No. 14/M/1957, tertanggal 1 Oktober 1957. Pengambilan sumpah dilaksanakan di Istana Negara. Dalam pengamalan tugasnya, Presiden Unpad didampingi Senat Universitas dengan Sekretaris Prof. M. Sadarjun Siswomartojo, Kusumahatmadja, dan Mr. Bushar Muhammad.

Kampus Jatinangor
Terinspirasi pada Kota Akademik Tsukuba ,  Rektor keenam Unpad, Prof. Dr. Hindersah Wiraatmadja mengusulkan “Kota Akademis Manglayang”, yang terletak di area kaki Gunung Manglayang.

Konsep tersebut membalas permasalahan kampus Unpad yang tersebar di 13 tempat yang bertolak belakang sehingga menyulitkan koordinasi dan pengembangan daya tampung, di samping untuk menambah produktivitas, bobot lulusan, dan pengembangan sarana/prasarana fisik.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 593/3590/1987, kawasan tersebut meliputi luas 3.285,5 Hektar, terbagi dalam 7 distrik peruntukkan. Khusus guna Unpad, distrik pengembangan kampus di Jatinangor merangkum 175 h.

Secara bertahap, Unpad sudah mulai memindahkan pekerjaan pendidikannya ke Jatinangor semenjak 1983, yang dimulai oleh Fakultas Pertanian. Kemudian dibuntuti oleh fakultas-fakultas lainnya yang terdapat di lingkungan Unpad. Pada 5 Januari 2012, gedung Rektorat Unpad sah pindah ke Jatinangor.

Sumber : https://dosenpintar.co.id/

Posted in: Pendidikan | Tags: , ,

Comments are closed.