Sejarah, Tokoh, dan Isi Sumpah Pemuda

Jun 21, 2019 |

Peristiwa bersejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda adalah penghargaan untuk pemuda Indonesia, yang berjuang untuk tanah air, bangsa dan bahasa.

Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928, hasil perumusan Kepoeda Pemoedi Density atau Kongres Pemuda Indonesia II, yang sampai sekarang setiap tahun dirayakan sebagai Sumpah Pemuda> Sumpah Pemuda.

Kongres Pemuda II diadakan di tiga lokasi berbeda oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPPI), yang terdiri dari mahasiswa dari seluruh wilayah Indonesia.

isi sumpah pemuda

Beberapa perwakilan dari organisasi pemuda berpartisipasi dalam kongres, termasuk Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dll. Serta pengamat pemuda seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok dan Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.
aku s

Isi Artikel :

Gagasan

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda kedua datang dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda dengan anggota dari seluruh Indonesia.

Atas inisiatif PPPI, kongres diadakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi menjadi tiga sesi.

Pertemuan pertama pada hari Sabtu, 27 Oktober 1928, di gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng).

Dalam sambutannya, Ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap bahwa Kongres dapat memperkuat semangat persatuan di hati kaum muda.

Program dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang pentingnya dan hubungan persatuan dengan kaum muda.

Sejarah

Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia: sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan dan kesiapan.

Pertemuan kedua pada hari Minggu, 28 Oktober 1928, di Oost-Java Bioscoop Building membahas topik pendidikan.

Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak-anak perlu menerima pendidikan nasional dan harus ada keseimbangan antara pendidikan dan pendidikan swasta.

Pada pertemuan terakhir di gedung klub Indonesia di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi di samping gerakan Kepanduan.

Sementara Ramelan mengatakan, Gerakan Pramuka tidak lepas dari gerakan nasional.

Gerakan kepanduan melatih anak-anak yang disiplin dan mandiri sejak awal, hal-hal yang diperlukan dalam pertempuran.

Komite Kongres Pemuda terdiri dari:

Ketua: Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua: R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris: Mohammad Jamin (Jong Sumateran Bond)
Bendahara: Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Asisten Pertama: Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Asisten II: R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Asisten III: Senduk (Jong Celebes)
Asisten IV: Johane Leimena (yong Ambon)
Asisten V: Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
aku s
Aku s ()

Para peserta kongres bersikeras

Abdul Muthalib Sangadji
Purnama Wulan
Abdul Rachman
Raden Soeharto
Abu Hanifah
Raden Soekamso
Adnan Kapau Gani
Ramelan
Amir (Dienaren van Indie)
Saerun (Keng Po)
Anta Permana
Sahardjo
Anwari
Sarbini
Arnold Manonutu
Sarmidi Mangunsarkoro
Assaat
Sartono
Bahd Djohan
S. M. Kartosoewirjo
dali
Setiawan
darsa
Sigit (klub studi Indonesia)
Dien Pantouw
Siti Sundari
Djuanda
Sjahpuddin Latif
Dr.Pijper
Sjahrial (Penasihat voor inlandsch Zaken)
Emma Puradiredja
Soejono Djoenoed Poeponegoro
Halim
R.M. Djoko Marsaid
Hamami
Soekamto
Jo Plant
Soekmono
Joesoepadi
Soekowati (Volksraad)
Jos Masdani
Soemanang
Kadir
Soemarto
Karto Menggolo
Skenario (PAPI & INPO)
Kasman Singodimedjo
Soerjadi
Koentjoro Poerbopranoto
Soewadji Prawirohardjo
Martakusuma
Soewirjo
Masmoen Rasid
Soeworo
Mohammad Ali Hanafiah
suhara
Mohammad Nazif
Sujono (Volksraad)
Mohammad Roem
Sulaeman
Mohammad Tabrani
Suwarni
Mohammad Tamzil
Tjahija
Muhidin (Pasundan)
Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
Mukarno
Wilopo
Muwardi
Gaji Rudolf Soepratman
Nona Tumbel

Untuk isi sumpah pemudah secara lengkap silahkan akses ke https://rumusrumus.com/isi-sumpah-pemuda/

Posted in: Pendidikan

Comments are closed.