Gonosom Dan Autosom Berdasarkan Pewarisan Sifat

May 18, 2019 |

Gonosom Dan Autosom Berdasarkan Pewarisan Sifat – Kromosom dibagi menjadi dua, yaitu autosome dan gonosome. Autosom adalah kromosom yang ditemukan dalam sel-sel tubuh (somatis), sehingga mereka juga disebut kromosom tubuh, disingkat A. Pada saat yang sama, gonoma adalah kromosom yang ditemukan dalam sel-sel kelamin (gamet), sehingga juga disebut kromosom seks atau kromosom seks . Ini adalah kromosom seks yang membedakan organisme dari seorang pria atau pria dan wanita atau wanita.

Memahami Autosom

Autosom (kromosom tubuh) Autosom adalah kromosom tubuh dan tidak menentukan jenis kelamin. Autosome ini memiliki bentuk pasangan antara pria dan wanita dan memiliki nomor n – 1 atau 2n – 2 dengan karakter diploid. Autosom biasanya dilambangkan dengan huruf A.

Memahami Gonosome

Gonosom (kromosom seks) Sebuah gonosom adalah kromosom seks yang dapat menentukan jenis kelamin. Gonosom ini memiliki bentuk pasangan yang tidak sama antara pria dan wanita, dalam bentuk kromosom seks X panjang (haploid) dan kromosom seks Y (haploid) yang lebih pendek, jumlahnya hanya sepasang.

“Apel dari pohon apel”. Ada pepatah yang mengatakan bahwa anak biasanya memiliki kesamaan dengan sang ayah. Secara biologis, pernyataan ini ilmiah, karena anak selalu mewarisi gen dari ayahnya. Gen inilah yang membawa sifat-sifat tertentu, baik fisik maupun gen yang tidak tampak secara fisik. Prinsip gen dan pewarisan karakter modern pertama kali dikemukakan oleh Gregor Mendel.

Gonosom Dan Autosom Berdasarkan Pewarisan Sifat

Mendel mempelajari 7 jenis sifat yang diwariskan dalam kacang, dan menemukan teori crossover untuk gen independen. Teori tersebut menyatakan bahwa gen anak-anak adalah kombinasi (penyilangan) gen dari kedua orang tua.

Warisan Gonos

Genocome adalah kromosom seks yang menentukan jenis kelamin. Kromosom ini terdiri dari tipe X dan Y, sehingga dapat membentuk kombinasi XX, jika seorang wanita, dan XY, jika seorang pria.

Ada beberapa penyakit dan anomali yang diwarisi dari gonoma:

Gangguan dan penyakit karena alel resesif yang terkait dengan kromosom seks “X”:

hemofilia

Hemofilia adalah koagulasi herediter yang paling umum. Hemofilia disebabkan oleh mutasi gen faktor VIII dan faktor IX, sehingga dapat dikelompokkan menjadi hemofilia A dan hemofilia B. Kedua gen ini terletak pada kromosom X, sehingga termasuk penyakit resesif yang terkait dengan X, yang disebabkan oleh tidak adanya protein tertentu yang diperlukan untuk pembekuan darah, atau bahkan jika mereka sangat rendah.

Biasanya, luka pada orang normal menutup / membeku dalam 5-7 menit. Tetapi pada pasien dengan hemofilia, darah membeku dari 50 menit hingga 2 jam, yang memfasilitasi kematian karena terlalu banyak kehilangan darah.

Wanita resesif homozigot dengan gen ini menderita (XbXb), sementara wanita heterozigot (XbXh) memiliki pembekuan darah normal, tetapi mereka hanya bertindak sebagai pembawa. Pria itu hanya menderita satu genotipe, yaitu (XbY) .4

Buta warna

Pasien tidak dapat membedakan antara hijau dan merah atau semua warna. Orang yang buta terhadap hijau (merah) dan merah (sejenis protan), karena orang-orang ini tidak memiliki reseptor yang dapat mendeteksi cahaya pada panjang gelombang hijau atau merah. Buta warna adalah penyakit yang disebabkan oleh gen resesif (buta warna) yang ditemukan pada kromosom X. 4

Kesimpulan

Kelainan manusia dapat dikaitkan dengan faktor keturunan kedua orang tua melalui pewarisan autosom dan nasal. Warisan autosomal dibagi menjadi autosom dominan dan resesif autosom. Sedangkan gonosome dibagi menjadi pewarisan yang terkait dengan kromosom “X” dan pewarisan kromosom “Y”.

Dan dalam kasus yang sedang dibahas, anak yang menderita kelainan jari (Polydactyli) terutama diwarisi dari ayahnya.

Jadi, diskusi tentang perbedaan antara Gonosom dan Autosom, serta penjelasannya, saya harap, akan bermanfaat.

Baca juga :

Posted in: Pendidikan | Tags: , , , , , ,

Comments are closed.