Cara Mudah Dan Praktis Membuat Magnet

May 27, 2019 |

alamlombok.co.id – Pada artikel sebelumnya kita membahas sifat-sifat magnet. Dari sini kita dapat melihat bahwa suatu benda harus memiliki 5 sifat magnet yang disebut magnet.

Bahan magnetik itu sendiri adalah sesuatu yang dapat kita peroleh dan hasilkan secara alami. Bahan magnetik sering digunakan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tidak banyak orang yang tahu cara membuat magnet buatan, atau cara membuat magnet permanen atau magnet sementara.

Magnet dapat dibagi menjadi dua jenis tergantung pada produksinya. Pertama-tama, magnet alami terbentuk secara alami oleh proses alami, seperti magnet bumi dan batuan magnet. Dua magnet buatan yang magnetnya sengaja dibuat.

Magnet buatan sendiri memiliki bentuk berbeda yang disesuaikan dengan fungsinya. Bentuk magnetnya adalah magnet batang, tabung (silinder), jarum, huruf U, dan tapal kuda (horseshoe). Bahan yang dapat diubah menjadi magnet adalah bahan yang terbuat dari atom magnetik seperti baja dan besi.

Setiap benda yang terbuat dari besi dan baja dapat digunakan dengan cara tertentu sebagai magnet. Ada tiga cara untuk membuat magnet, yaitu menggosok, aliran arus listrik dan induksi magnetik. Untuk membantu Anda memahami bagaimana magnet dibuat, baca deskripsi di bawah ini.

Membuat magnet dengan menggosoknya

Jika kita memiliki besi atau sepotong baja, benda itu tidak dapat menarik jarum atau benda logam kecil. Ini terjadi karena besi dan baja tidak memiliki sifat magnetik. Salah satu karakteristik magnet adalah desain benda logam di dekatnya.

Salah satu cara untuk mengubah besi atau baja menjadi sifat magnetik adalah dengan menggosok. Jadi Anda bisa mengubah besi menjadi magnet.

Alat dan bahan
Magnet permanen
Batang besi
Beberapa jarum
langkah
Pegang magnet dan gosok ujung magnet di sepanjang permukaan batang besi.
Setrika cucian dengan magnet satu arah dan ulangi prosesnya.
Lakukan selama sekitar lima menit.
Kemudian dekatkan setrika ke jarum.
Jika setrika dapat menarik jarum, itu berarti besi tersebut memiliki sifat magnetis.

Batang besi, yang digosok sebentar dengan magnet, menjadi magnet. Semakin lama besi dioleskan dengan magnet, semakin lama sifat magnetik dari besi tersebut. Benda besi dapat dengan mudah berubah menjadi magnet baja.

Mengapa besi dan baja yang ditanah secara magnetis memiliki sifat magnetis? Besi dan baja adalah bahan dari atom magnetik atau domain magnetik yang disebut magnet dasar. Arah dan disposisi magnet unsur dalam besi dan baja tidak teratur.

Ketika besi atau baja digosok dalam satu arah dengan magnet tetap, susunan magnet dasar pada objek diatur. Dengan demikian, jika arah magnet dasar pada besi dan baja menjadi seragam, material tersebut dapat memiliki sifat magnetik.

Produksi magnet elektromagnetik

Apakah Anda tahu cara membuat magnet dengan arus listrik? Kita dapat membuat magnet dengan melewatkan arus searah (DC) melalui konduktor. Sumber energi yang digunakan adalah DC.

Kita juga bisa menggantinya dengan tegangan rendah dengan arus bolak-balik (AC). Namun, jika sumber daya diganti dengan AC normal atau tegangan AC, konduktor tidak dapat diubah menjadi konduktor magnetik.

Membuat magnet dengan membiarkan arus listrik mengalir.

Alat dan bahan
Paku besi dengan panjang 5 cm
Dua baterai dari semua ukuran (mungkin AAA, AA, C atau D)
Kabel atau kawat spiral
Beberapa jarum
gunting
langkah
Bungkus kabel spiral pada paku besi.
Lepaskan kedua ujung kabel spiral dengan gunting.
Hubungkan kedua ujung kabel ke kutub positif dan negatif baterai.
Tutup jarum yang disiapkan dengan paku besi yang dibungkus.
Kemudian paku besi dapat menarik jarum di sebelahnya.
Magnet yang diproduksi secara listrik
Elektromagnet adalah semacam magnet sementara. Ini karena sifat magnetik material menghilang dalam beberapa detik setelah arus listrik dimatikan. Sehingga jarum, yang semula menempel di ujung, jatuh atau jatuh.

Sumber: https://www.berpendidikan.com/2015/10/3-cara-membuat-magnet-dan-gambarnya-lengkap.html

Baca Artikel Lainnya:

Tips Gaya Hidup Yang Sehat Setiap Hari

Kurikulum – Komponen, Fungsi, Tujuan, Dan Pengertianya

 

Posted in: Pendidikan | Tags: , ,

Comments are closed.