Cara menahan ingin buang air kecil sepanjang waktu

Apr 26, 2019 |

Keinginan untuk buang air kecil terus dikenal sebagai kandung kemih yang terlalu aktif (OAB). Kondisi ini cukup menyebalkan karena perasaan ingin buang air kecil terus menerus tanpa mengetahui situasinya dan terkadang tidak bisa mengendalikannya. Pada kenyataannya, apa yang menyebabkan kandung kemih menjadi terlalu aktif dan sensitif? Lihat jawabannya di ulasan berikut.

Mengapa saya ingin buang air kecil sepanjang waktu?

Kandung kemih adalah kantong di mana urin diproduksi oleh ginjal. Ketika urin penuh, otot-otot di sekitar kandung kemih berkontraksi, menstimulasi saraf untuk mengirim sinyal ke otak. Dengan demikian, otak akan menerjemahkan sinyal dan memerintahkan Anda untuk hadir di kamar mandi.

Namun, pada orang dengan kondisi tertentu, kandung kemih sering mengalami masalah, yang seringkali berkontraksi tanpa sadar. Padahal, urin yang terkumpul tidak penuh dan siap untuk dimasukkan ke dalam uretra untuk dibuang. Kondisi ini menunjukkan bahwa kandung kemih terlalu aktif dan membuat Anda ingin buang air kecil sepanjang waktu.

Dilaporkan dari halaman garis kesehatan, kontraksi otot kandung kemih yang tidak disengaja sebenarnya adalah penyebab utama Anda ingin buang air kecil terus menerus. Namun, beberapa kondisi juga dapat menyebabkan kandung kemih yang terlalu aktif menjadi bagian dari gejala, seperti:
1. Anomali sistem saraf (gangguan neurologis)

Beberapa masalah saraf yang menyebabkan OAB meliputi:

Penyakit Parkinson (gangguan progresif sistem saraf yang memengaruhi mobilitas)
Multiple sclerosis (masalah dengan sistem kekebalan yang mempengaruhi sel-sel saraf di otot dan tulang belakang)
Stroke (gangguan fungsi otak karena tersumbat atau kekurangan pasokan darah)

2. Kerusakan saraf

Beberapa kondisi yang menyebabkan kerusakan saraf sehingga OAB dapat terjadi, termasuk:

Komplikasi diabetes yang merusak saraf (neuropati diabetik)
Anak-anak yang lahir dengan cacat tabung saraf
Ada infeksi di otak atau sumsum tulang belakang
Trauma ke belakang, panggul atau perut karena cedera atau operasi

3. Infeksi saluran kemih (ISK)

ISK dapat meningkatkan aktivitas otot kandung kemih, yang memicu perasaan ingin buang air kecil sepanjang waktu. Gejala lain termasuk rasa sakit dan sensasi terbakar ketika kecil.
4. Penyumbatan di kandung kemih

Kehadiran batu, pembesaran prostat atau tumor kandung kemih dapat merangsang kontraksi otot kandung kemih. Hal ini menyebabkan sensasi ingin buang air kecil lebih sering, tetapi aliran urin yang dikeluarkan sangat lambat atau lemah.
5. Kehamilan dan menopause

Kehadiran janin di dalam rahim memberi tekanan pada kandung kemih. Tekanan ini merangsang otot kandung kemih untuk berkontraksi dan mendorong urin keluar. Kondisi ini sering membuat wanita hamil kencing dan kadang-kadang tidak dapat dikendalikan.

Selain wanita hamil, wanita yang menderita menopause juga akan mengalami OAB. Berkurangnya tingkat hormon estrogen melemahkan otot kandung kemih dan uretra. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan untuk buang air kecil tanpa bisa dikendalikan.

Baca juga:

Posted in: Umum

Comments are closed.